Warga Kota Makassar yang tengah menjalankan ibadah puasa diminta untuk mewaspadai penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). Sebab pola konsumsi masyarakat berbeda dengan bulan-bulan biasa.
Hal itu diingatkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Naisyah T Azikin kemarin. Menurut dia, penyakit ISPA dipengaruhi berbagai faktor seperti cuaca, pola komsumsi dan beberapa faktor lain. ”Dinas Kesehatan berupaya mengantisipasi penyakit ini dengan menyiapkan obat di puskesmas. Kami harap masyarakat bisa menjaga konsumsi makanannya selama bulan puasa,” ujarnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Puskesmas Tamalate, Tri Raparti mengatakan, kasus penyakit ISPA pada bulan puasa ini memang agak bertambah. Dalam sehari terdapat 3 sampai 4 orang yang dapat memeriksakan kesehatannya.
“Sejak awal puasa, rata-rata pasien yang dilayani sebanyak 90-an per hari. Itu sudah termasuk pasien yang terkena ISPA. Meski demikian penyakit ini masih dapat ditangani,” katanya. Tri menjelaskan bahwa penyakit ISPA memang sering berjangkit saat puasa. Penyebabnya, sama seperti disampaikan Naisyah, karena pola konsumsi berbeda dari biasanya.
“Belum lagi saat berbuka, banyak yang langsung mengkomsumsi minuman dingin. Kondisi ini yang bisa mengakibatkan orang menderita ISPA,” kata Tri.
Untuk mengantisipasi penyakit ISPA, pihaknya menfokuskan pada penyuluhan kepada masyarakat agar tetap menjaga pola konsumsi makanannya.
Kadis Kesehatan:Yang membayar bukan mahasiswa, tapi institusinya
Kasus DBD Tertinggi di Bulan Januari
Pelajar Maros Pandai Meracik Obat Terlarang
Di Indonesia Kualitas Kesehatan Reproduksi Masih Rendah