10th December 2011 - Rahman Prakasa

Syariah Islam, Solusi Krisis Ekonomi Global

Syariah Islam, Solusi Krisis Ekonomi GlobalKemarahan terhadap Kapitalisme kini merebak dimana-mana. Kebencian massif terhadap Kapitalisme global ini bermula dari aksi Occupy Wall Strett yang mengecam Kapitalisme sebagai ideologi kriminal yang rakus, menindas dan melakukan ketidakadilan sistematis. Menanggapi hal ini, ketua lajnah Maslahiyah HTI Sulsel, Ustd, Firman Menne mengatakan, apa yang terjadi saat ini berupa krisis ekonomi global yang dipimpin AS saat ini sesungguhnya adalah cacat bawaan dari sistem kapitalisme sendiri.

Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara seminar Outlook Ekonomi Islam 2012 yang dilaksanakan Makassarpreneur dan Alisa Khadijah ICMI di Ruang Pola kantor Gubernur Sulsel (10/11).

“Ideologi Kapitalisme yang akarnya adalah sekularisme telah menjadkan modal sebagai penguasa atau pemilik modal sebagai Tuhan, akibatnya segala cara ditempuh untuk memperoleh laba sebesar-besarnya,” urai Firman Menne. Olehnya, umat Islam sesungguhnya sudah memiliki pilihan pengganti sistem yang jelas, yakni syariah Islam yang bersumber dari Allah SWT yang secara historis dan faktual telah pernah berjaya, tandasnya.

Acara seminar yang dihadiri sekitar 300 orang peserta dan dibuka Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sulsel, Drs. Yaksan Hamzah, MS menghadirkan pula narasumber ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sulsel, Dr. Mukhlis Sufri, SE, M.Si, dosen FE Unhas, Dr. Hamid Habbe, SE,M.Si.

Dalam pemaparannya, Hamid Habbe mengupas tentang upaya menggerakkan sektor riil dalam perspektif syariah. “Ekonomi Islam bukanlah alternatif atau ekonomi marjinal, bukan pula perpaduan ekonomi kapitalis dan sosialis. Sistem ekonomi Islam adalah perwujudan dari aqidah Islam sebagai sebagai sistem hidup yang paripurna,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, krisis keuangan global yang terjadi belakangan ini lebih disebabkan oleh warisan sistem perdagangan tanpa ada barang yang diperdagangkan atau spekulatif. Financial market yang ribawi, mengandung gharar, maysir atau ketika uang dijadikan komoditi menjadi penyebab rusaknya perekonomian saat ini. Solusinya adalah memanfaatkan sistem ekonomi Islam sebagai penentu masa depan ekonomi dunia.

Senada dengan pembicara lainnya, Dr. Mukhlis Sufri menekankan pentingnya aspek edukasi ekonomi Islam dan peran semua pihak dalam mengimplementasikan ekonomi syariah di Indonesia. Menurutnya, ekonomi Islam mengacu pada prinsip tauhid, manusia sebagai khalifatul fil ardh dan keseimbangan dengan nilai-nilai transendental.

Dosen PPS UMI ini optimis, di tahun 2012 ekonomi syariah akan makin meggeliat karena ekonomi Indonesia sebagian besarnya masih ditopang sektor riil. Olehnya, masih dominannya akad murabahah dalam produk perbankan syariah di Indonesia yang mencapai 70 persen sebaiknya diarahkan ke akad mudharabah dan musyarakah untuk lebih menggerakkan sektor riil.

Baca Berita Lainnya:

  • 10/10/2011 -- PLTA PT Inco Hasilkan 130 MW
    Pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) ke tiga PT International Nikel Coorporation di Desa Lascap, Kecamatan Malili, Kebupaten Luwu Timur sudah selesai namun belum dioperasikan. PLTA Kareppe...
  • 28/07/2011 -- Barang Bukti Sabu-sabu Masih Diragukan
    Sabu-sabu yang dimiliki terdakwa, Ramli Dg Naba yang sempat dinyatakan hilang seberat 59 gram memang sudah ditemukan. Hanya saja, keaslian sabu-sabu tersebut patut dipertanyakan. Saksi ataupun terdakw...
  • 22/06/2010 -- LDII Pusatkan Peringatan Hari Lingkungan di Makassar
    "Seluruh perwakilan DPD LDII dari 33 provinsi, termasuk enam penerima penghargaan yang berprestasi dalam pelestarian lingkungan akan hadir di Makassar," kata Ketua LDII H Prasetyo Sunaryo....
  • 05/06/2010 -- Pantai Losari Akan Menjadi Pusat Wisata Kuliner Di Makassar
    Menurut salah satu perwakilan dari PEMKOT Makassar, acara serupa akan selalu digelar di pantai losari agar Makassar nantinya bisa menjadi salah satu kota tujuan wisata kuliner di indonesia....

Komentar