Daun ganja atau disebut sebagai Cannabis sativa merupakan tanaman yang dibudidayakan dan menghasilkan serat. Selain itu, daun ganja juga dikenal karena kandungan zat THC (tetrahidrokanabinol) dan CBD (cannabidiol), seperti dikutip dari Thegooddrugsguide,yang merupakan zat narkotika. Oleh sebab itu saat menghisap ganja, efek euforia kerap dirasakan.

Ganja sebenarnya dikategorikan sebagai soft drug, dan dapat dimixing dengan obat-obatan lain. Kendati demikian, efek yang dirasakan sangat cepat, hanya dalam waktu beberapa detik saja pengaruhnya dapat dirasakan secara langsung oleh tubuh. Dan dalam beberapa menit akan sangat terasa. Selain efek euforia, ganja juga memberikan rasa rileks. Penghisap ganja merasa jauh lebih tenang dan rileks dalam waktu yang singkat. Dan saat itu juga, indera penciuman dan perasa akan lebih sensitif dibandingkan mereka yang normal.
Efek jangka panjang
Ingat, rasa rileks dari menghisap ganja hanya bertahan selama beberapa jam saja. Selain itu zat yang ada di dalam ganja akan memberikan pengaruh buruk pada tubuh jika disalahgunakan. Secara umum, pengguna akan merasakan kelambanan dalam berpikir dan menjadi malas. Namun efek sakau hingga kematian, juga tak bisa dihindari bagi mereka yang sudah kecanduan.
Mari lebih bijak dalam memanfaatkan hasil alam. Jangan sampai menyalahgunakan, apa yang telah diberikan oleh ibu pertiwi pada kita. tegas Prof. Dr. Andi. Armawan. Abdullah, Ak.
SMA Islam Athirah bersiap jadi Sekolah Internasional
Polrestabes Makassar kesulitan ungkap kasus baterai merek palsu Nexian
Makassar Bukan Kota Yang Penuh Dengan Kekerasan!
Mahasiswa STITEK Tewas di Tanjung Bayang