Jatah Raskin Dicabut

Jatah Raskin Dicabut Malang nasib keluarga Mustamin, warga Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate. Ia yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan harus membiayai kehidupan istri dan kelima anaknya. Beban hidupnya semakin bertambah akibat salah satu anaknya, bernama Tasya, menderita gizi buruk serta lumpuh sejak lahir.

Istri Mustamin, Hajrah, menyatakan karena alasan pembiayaan, sampai saat ini, ia hanya merawat Tasya di rumah, tidak di bawah ke rumah untuk dirawat intensif oleh tim medis.

Kondisi tubuh Tasya sangat memprihatinkan. Badannya kurus, sedangkan perutnya agak membuncit. Tidak hanya itu, selain menderita gizi buruk dan lumpuh, anak berumur 10 tahun itu juga menderita gangguan penglihatan dan pendengaran sejak lahir.

“Waktu lahir, ia (Tasya, red) masih kelihatan normal. Tapi sejak masuk usia dua tahun, ia sudah tidak mau makan, sampai sekarang dia cuma mau minum susu,” kata Hajrah.

Hajrah pernah membawa anak ketiganya itu untuk menjalanai operasi mata di Rumah Sakit Pelamonia Makassar. Tetapi setelah di operasi, tidak ada perubahan, Tasya tetap tidak dapat melihat. Hajrah beserta keluarga pun menghentikan pengobatan dengan alasan biaya obat yang mesti ditebus sangat besar, sementara keluarganya tidak memiliki jasa asuransi kesehatan ataupun jaminan kesehatan warga miskin.

Ironisnya, di tengah keterpurukan tersebut, beban Mustamin dan Hajrah lagi-lagi bertambah ketika jatah beras miskinnya (raskin) dicabut dengan alasan yang belum jelas. Akibatnya, anak pertamanya yang masih di bawah umur terpaksa harus putus sekolah dan membantu membiayayi kehidupan keluarga sebagai buruh bangunan. Maklum, kelima anak Mustamin, seluruhnya masih di bawah umur, hanya anak keduanya yang disekolahkan, sementara anak bungsunya masih berusia delapan bulan.

Saat di mintai konfirmasi, Kasim Dg Lau, Ketua RT di lingkungan tempat tinggal keluarga Mustamin membenarkan bahwa memang jatah raskin keluarga Mustamin telah dicabut. Namun ia belum mengetahui alasan pencabutan tersebut, sebab ia baru menjabat sebagai Ketua RT beberapa hari yang lalu.

“SK Ketua RT saya baru keluar bulan lalu, jadi saya belum tahu tentang pencabutan jatah raskin tersebut. Saya pribadi sangat prihatin dengan keadaan keluarga Pak Mustamin. Saya memang sudah ada rencana, dalam waktu dekat, untuk koordinasi dengan Ketua RW untuk membicarakan hal ini dengan pihak kelurahan ataupun kecamatan. Tapi saya tunggu pelantikan dulu karena ketua RT dan RW yang sekarang baru diganti dan belum dilantik” kata Kasim.

Keluarga Mustamin hanya berharap ada dermawan yang bisa membantu meringankan beban hidup keluarga mereka. Termasuk, mengharapkan bantuan pemerintah untuk mengadakan jasa jaminan kesehatan agar anaknya, Tasya, bisa mendapat bantuan layanan perawatan dan pengobatan dari rumah sakit.

Berita Terkait:

  • Bayi Penderita Gizi Buruk MeninggalBayi Penderita Gizi Buruk Meninggal Program kesehatan gratis yang selama ini digembor-gemborkan Pemerintah Provinsi maupun pemerintah kota Makassar, patut dipertanyakan. Buktinya, seorang bayi yang diduga kuat mengalami […]
  • Pemkot Harus Lebih Perhatikan Pasar TradisionalPemkot Harus Lebih Perhatikan Pasar Tradisional Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemkot Makassar, M Kasim juga mengakui kondisi pasar tradisional di kota ini yang memang masih kotor dan jorok. "Sebagai upaya kita, setiap pasar […]
  • Terduga Teroris Makassar Digelandang ke Mako BrimobTerduga Teroris Makassar Digelandang ke Mako Brimob Dua terduga teroris, Awaluddin dan Andika, yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Polda Sulsel, akhirnya diberangkatkan ke Jakarta, Rabu, 14 November. Mereka […]

Share This Post

Leave a Reply

IBN Network 2013