Nostalgia Alumni HMI

Nostalgia Alumni HMIPuncak perayaan hari jadi ke-65 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dirangkaikan dengan peluncuran buku HMI Makassar dari Masa ke Masa berlangsung meriah. Perayaan digelar di Lantai 4 Gedung Graha Pena Makassar, Minggu 26 Februari.

Puluhan tokoh yang pernah membesarkan dan dibesarkan HMI larut dalam suasana Milad. Bahkan di antara mereka tidak sedikit yang memanfaatkan kesempatan untuk lepas kangen bersama teman seperjuangan di HMI.

Prof Anwar Arifin dan Prof Hamdan Zoelva misalnya. Hampir semua alumni HMI menyempatkan berfoto bersama kedua tokoh tersebut. Suasana hangat semakin terasa ketika tokoh HMI yang digadang-gadang sebagai calon Wakil Gubernur, Aziz Qahhar Mudzakkar masuk ke ruangan tempat acara. Bahkan dari salah seorang dari alumni HMI terdengar perkataan “Mari kita sambut Wakil Gubernur kita,” katanya disambut tawa yang lain.

Presidium Kahmi Sulsel, Azis Thalib dalam sambutannya mengatakan HMI kini dan dahulu ada pergeseran. Makanya dia tampil menyampaikan beberapa semangat agar semangat HMI bisa dikembalikan.

“Mungkin jika ada diskusi yang diselenggarakan HMI, kita perlu mengundang orang dari luar HMI agar bisa menilai internal kita,” Saran Azis Thalib.

Ketua HMI Cabang Makassar, Edi Sopyan mengakui adanya kemunduran HMI jika dibanding dengan HMI zaman dahulu. Kendati demikian, Edi yakin HMI akan tetap menunjukan eksistensinya.

“Kami berharap agar para alumni berkesempatan sekali-kali turun melihat kami. Setidaknya memberikan masukan-masukan agar kita punya dasar dan pengetahuan untuk melangkah jauh,” katanya.

Terkait buku HMI Makassar dari Masa ke Masa, para alumni mengapresiasi inisiatif pembuatan buku tersebut. Hanya saja, buku tersebut mendapatkan sedikit kritikan dan beberapa masukan. Salah satunya dilontarkan Aziz Qahhar Mudzakkar yang mengatakan buku ini cacat metodologi.

“Saya sedikit memberi masukan bahwa buku ini tidak wajar diberi judul HMI Makassar dari Masa ke Masa kerena hanya sederet peristiwa yang diceritakan. Kalau berbicara dari masa ke masa berarti kita menggambarkan sejarah perjalanan HMI Makassar padahal ini hanya sebagian,” ungkap tokoh yang pernah menduduki jabatan ketua umum HMI cabang Makassar itu.

Bahkan kata Azis, masih banyak nama tokoh yang pernah menjabat ketua HMI dan mempunyai cerita di balik perjalanan HMI yang tidak disebutkan. Meski begitu, Azis tetap memberikan apresiasi terhadap kemunculan buku tersebut dan berharap buku ini akan memberikan inspirasi lahirnya buku-buku berikutnya.

Prof Anno, sapaan akrab Anwar Arifin menyatakan buku ini sangat bermanfaat dalam memberikan referensi serta sepenggal pengalaman kepada kader berikutnya tentang perjalanan HMI Cabang Makassar selama ini. Menurut dia, sebenarnya banyak cerita yang bisa dijadikan buku dalam perjalanan setiap alumni selama ber-HMI. Olehnya itu dia mengajak kepada semua alumni untuk bisa menulis dan menerbitkan buku.

“Hadirnya buku ini menginspirasi saya menulis buku tentang HMI. Saya sudah terpikir judulnya itu HMI Almamaterku,” ujar tokoh pendidikan yang telah menerbitkan 41 judul buku itu.

Pernyataan yang sama juga dilontarkan Prof Hamdan Zoelva. Pria kelahiran 21 Juni 1962 itu selain memberikan apresiasi juga memberikan masukan agar buku berikutnya yang dipersiapkan dipikirkan matang agar isinya betul-betul bisa mewakili pikiran bersama.

Ketua tim penyusun buku, Andi Pangerang Moenta menjelaskan sebenarnya buku yang dibedah kemarin masih bersifat dummi. Makanya masih banyak kekurangan. Dari bedah buku tersebut, Prof Andi Pangerang Moenta menyimpulkan tiga hal tetang buku HMI Makassar dari Masa ke Masa. Pertama judul mesti diubah, selanjutnya tulisan yang dimasukkan agar dibuat utuh saja dengan beberapa perbaikan pilihan kata saja dan penulisnya harus disebutkan langsung.

“Kalau kita banyak mendapat kritikan itu berarti buku ini berdampak baik karena semua merespons. Apalagi di HMI itu kita besar karena kritikan,” jelasnya.

“Kalau bisa berikutnya bisa dibuat beberapa buku tentang serba-serbi di balik perjalanan kaderisasi HMI. Baik itu yang bersifat pengalaman bersama bahkan yang lebih pribadi. Kalau kita sudah tidak ada, buku bisa menjadi pengingat bagi kader-kader HMI di masa yang akan datang,” Prof Halim Mubin menyarankan.

Berita Terkait:

  • 26 Jalan Di Makassar Akan Ditutup26 Jalan Di Makassar Akan Ditutup Malam ini, Polrestabes Makassar menerapkan car free night (pelarangan mobil masuk pada malam hari) menyambut pergantian tahun baru 2012-2013. Tercatat sebanyak 26 ruas jalan di sekitar Losari juga ...
  • Tim Pasangan IA Melakukan Bakti Sosial di Makassar dan GowaTim Pasangan IA Melakukan Bakti Sosial di Makassar dan Gowa Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel nomor urut satu Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) dijadwalkan kampanye dialogis di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Jumat (18/1). Pa...
  • Rumah Kost di Makassar Akan Kena PajakRumah Kost di Makassar Akan Kena Pajak Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Makassar mulai memberlakukan pajak bagi rumah kos yang dianggap ekslusif setingkat wisma. "Tahun ini mulai diberlakukan pajak rumah kos eksklusif. Berdasark...

Share This Post

Leave a Reply

IBN Network 2013