Rencana pemerintah menggratiskan pendidikan hingga jenjang SMA sulit terpenuhi di Kota Makassar. Anggaran yang harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan siswa setidaknya Rp270 ribu per siswa per bulan dianggap sulit terealisasi oleh Pemkot Makassar.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Mahmud BM mengatakan, hasil rapat akhir pembahasan anggaran pendidikan SMA, pemerintah hanya memberikan bantuan Rp125 ribu per bulan dari rencana Rp200 ribu. “Jumlah yang sangat jauh dari cukup untuk menggratiskan pendidikan SMA,” kata Mahmud, Jumat, 2 Desember.
Berdasarkan hasil perhitungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata Mahmud, biaya pendidikan jenjang pendidikan SMA idealnya Rp270 ribu per bulan. Jumlah ini untuk memenuhi pengadaan fasilitas dan administrasi pendidikan sekolah yang harus ditanggung pemerintah.
Dari hasil perhitungan ideal pembiayaan pendidikan gratis SMA sebesar Rp270 ribu per bulan, pemerintah harus menyiapkan anggaran sedikitnya Rp3.240.000 per siswa per tahun. Di sisi lain, jumlah siswa SMA di Makassar mencapai 60 ribu.
“Bila pemerintah mencanangkan pendidikan gratis sampai SMA, itu sah-sah saja dan kami merespons. Tapi bukan berarti pendidikan SMA bisa digratiskan,” kata Mahmud.
Terkait rencana Pemprov Sulsel yang juga mulai merintis pendidikan gratis untuk SMA, Mahmud mengaku bisa saja dilakukan. Namun, program tersebut tidak akhirnya membebani keuangan pemerintah daerah.
Alokasi anggaran pendidikan gratis, ujar Mahmud, harus lebih besar dengan skema pembiayaan 60 persen ditanggung Pemprov Sulsel dan 40 persen ditanggung pemkot. “Bukan seperti skema pembiayaan saat ini dimana kota menanggung 60 persen. Ini kan program pemprov, sehingga alokasi anggaran yang ditanggung harus lebih besar,” katanya.
Aset Properti Makassar Mall Dan Barang Di Jarah
Golput Menang Jika Pemilu Diadakan Sekarang
Delapan bank memberikan pinjaman kepada peternak sapi
Konser Band Gigi dan Drive Sukses di Makassar!