Seringnya media memberitakan tentang aksi mahasiswa yang berujung kekerasan membuat Wali Kota Ilham Arief Sirajuddin perlu menjelaskan kondisi sebenarnya. Dia gerah dengan cap seolah-olah Makassar tak pernah berhenti unjuk rasa. Padahal, faktanya tidaklah seseorang informrasi di media massa, khusus televisi.
Menurut dia, Makassar tidak selebar layar televisi. “Luas Kota Makassar 175 kilometer dan banyak hal menarik yang ditawarkan, bukan hanya aksi mahasiswa ataupun kerusuhan,” kata Ilham menanggapi Direktur Friedrich Ebert Stiftung Indonesia, Erwin Schweisshelm, Senin (30/8)
Menurut Ilham, demonstrasi yang sering digelar mahasiswa merupakan suatu bentuk demokrasi. Mereka merespon masalah yang menurut pandangan mahasiswa keliru, yaitu dengan cara unjuk rasa. Inilah ekspresi demokrasi di mana seluruh kekuasaan berada ditangan rakyat, termasuk mahasiswa.
Hari ini Friedrich Ebert Stiftung Indonesia mengadakan pameran dan diskusi tentang demokrasi di Pusat Kegiatan Penelitian Universitas Hasanuddin Makassar. Acara selama dua hari ini juga bekerja sama dengan Tempo Institute.
Dalam sambutannya, Irwin mengatakan salah satu alasan melakukan kerja sama dengan mahasiswa di Makassar lantaran keprihatinan dia atas berbagai kerusuhan di Kota Anging Mammiri. Dia khawatir dengan makin seringnya aksi demo yang berujung kerusuhan.
Irwin menambahkan, ketika mempelajari budaya Bugis-Makassar, diperoleh kesimpulan bahwa mereka memiliki tingkat emosional tinggi. Namun, masyarakat Bugis-Makassar selalu memegang teguh janji dan prinsipnya.
Rektor Universitas Hasanuddin, Idrus Paturusi, membenarkan bahwa orang Bugis-Makassar selalu setia dengan janji serta prinsipnya, di mana ujung lidah, pena dan keris yang selalu digunakan orang Bugis-Makassar untuk mempertahankan itu semua. “Kami sekali mengatakan merah, itu akan tetap menjadi merah,” kata Idrus memberikan contoh.
Lawan Persipura, apakah PSM akan Bertahan Total?
Andra and The Backbone goyang Zona Kafe
Workshop Wira Usaha Muda Mandiri Ke IV
SMA Islam Athirah bersiap jadi Sekolah Internasional