Sekolah yang rawan menjadi tempat peredaran narkoba diawasi ketat. Pemkot Makassar bahkan akan membentuk sekolah bebas narkoba berdasarkan kerawanan menjadi sasaran peredaran narkoba.
Wakil Wali Kota Makassar, Supomo Guntur mengatakan, tahap awal direncanakan pembentukan sekolah bebas narkoba pada 12 SMA dan 20 SMP. “Pembentukannya pada 2012 dengan terlebih dahulu memetakan berdasarkan tingkat kerawanannya,” kata Supomo pada pertemuan Badan Narkotika Kota Makassar, Selasa, 13 Desember.
Peredaran narkoba di Kota Makassar sudah masuk taraf mengkhawatirkan. Jumlah pengguna narkoba di Sulsel diproyeksi mencapai 131.849 jiwa dan 51 ribu jiwa di antaranya berada di Makassar.
Data Badan Narkotika Kota Makassar, delapan orang pecandu narkoba telah dirujuk ke Pusat Rehabilitasi di Lido pada 2011. Pengguna narkotika yang ditangani polisi hingga November 2011 terdiri dari bandar 17 orang, pengedar 37 orang, pemakai 248 orang. Polisi menetapkan 310 tersangka kasus narkoba dan memproses 216 kasus.
Kota Makassar telah menjadi salah satu jaringan pasar narkoba internasional. Ironisnya, pecandu narkoba saat ini dominan menggunakan obat-obatan yang dapat dibeli di apotek.
Kepala Seksi Data dan Informasi BNK Makassar, Hafidah mengatakan, periode Januari sampai Februari 2011, jumlah pengguna narkoba yang ditemukan sebanyak 110 orang. Jumlah ini meningkat pada Maret sebanyak 112 orang, April (110 orang), Mei (105 orang), Juni (108 orang), Juli (107 orang), Agustus (105), September (96), dan Oktober (93 orang).
Kodam Buka Puasa Bersama Anak Yatim
Warga Diancam Kepala Polsekta Tallo
APBD-P 2011 Kembali Molor
Cara mudah restart Blackberry Anda