Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Noordjannah Djohantini, membuka kegiatan Pelatihan Motivator Kesehatan Reproduksi yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel di Gedung Serbaguna Aisyiyah Sulsel Jl Jend M Yusuf, Rabu (14/12/2011).
Noordjannah menjelaskan, angka kematian Ibu melahirkan di Indonesia masih tergolong cukup tinggi yaitu 228 versi Pemerintah dan 407 per 100.000 kelahiran versi laporan lembaga independen dunia. “Tingginya angka kematian Ibu tersebut menunjukkan rendahnya kualitas kesehatan reproduksi di Indonesia,” ujar Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.
Noordjannah menambahkan bahwa keprihatinan itulah yang membuat Aisyiyah menyelenggarakan training motivator kesehatan reproduksi, sebagai bentuk pengamalan spirit Al-Ma’un yang merupakan ruh kelahiran Aisyiyah. “Ilmu Amaliah dan amal-ilmiah itulah etos persyarikatan Muhammadiyah,” katanya.
Ia mengatakan, Aisyiyah sejak awal berdirinya mempunyai komitmen terhadap berbagai masalah yang berkaitan dengan peningkatan derajat kesehatan reproduksi perempuan. “Misalnya selama ini kami telah menginisiasi kehadiran Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA), Rumah Sakit Bersalin, sampai perguruan tinggi kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulsel, Nurhayati Azis menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kepedulian terhadap dunia kesehatan yang digalakkan oleh Aisyiyah Sulsel, selain program Pemberantasan Tuberkulosis (TB).
PDPI-Perpari Gelar Pertemuan Ilmiah Respirasi ke-1 di Hotel Sahid Jaya
Kelurahan Wajo Baru Raih Setifikat Pemberdayaan Air
Kualitas Pelayanan Menjadi Perhatian Utama RSUD I Lagaligo
Warga Sinjai Sudah 14 Tahun Menderita Lumpuh 