15th July 2010 - Opu Buding

Debitur BNI Makassar Menunggak Kredit 500 Miliar Rupiah

Kantor BNI MakassarSebanyak 40 debitur Bank Negara Indonesia (BNI) Makassar menunggak kredit mencapai Rp 500 miliar. Kredit ini masuk dalam kategori pinjaman di atas Rp 10 miliar. BNI Makassar membawahi beberapa provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah, Ambon, Papua, dan Papua Barat.

Debitur bermasalah terbesar berada di Kota Makassar dibanding 20 unit sentra pinjaman kredit menengah yang ada di BNI. “75 persen debitur berada di Kota Makassar dan palu,” kata Subair Jasmin, pemimpin sentra kredit menengah Makassar, Rabu (15/7).

Subair mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya persuasif dengan beberapa tahapan pendekatan, hingga penyitaan aset yang berujung lelang. “Lihat saja, dalam dua minggu ke depan kita akan ada pengumuman lelang,” katanya.

Meski begitu, Subair tidak mengungkap 40 debitur bermasalah tersebut. “Kami berhak mengumumkan kalau sudah ada lelang. Kami belum berani menetapkan siapa saja debitur itu,” ungkapnya.

Dia mengaku mendapatkan tekanan psikologis dari penetapan 40 debitur bermasalah tersebut. “Di atas Rp 10 miliar itu jumlah yang besar. Ini berkaitan juga dengan pengusaha kelas kakap di Makassar,” ucapnya.

Meski begitu, BNI Makassar belum mengambil tindakan hukum, sebab kewenangan bank berdasarkan aturan harus melalui proses lelang aset. “Yang punya hak eksekutor adalah pengadilan dan panitia urusan utang piutang negara. Bank tidak punya hak, karena itu Kami akan meminta jadwal lelang,” kata Maridjo, kepala divisi penjaminan BNI Makassar.

Sebelumnya BNI Makassar telah melakukan pegumuman lelang dari sejumlah debitur bermasalah tersebut. “Kalau belum laku, itu lagi yang akan kami lelang ulang. Semuanya berasal kewenangan kantor lelang negara,” katanya lagi.

Para debitur bermasalah tersebut terbongkar ketika puluhan mahasiswa hukum berdemo ke kantor BNI Makassar di Jalan Jenderal Sudirman. Dalam aksinya, mereka menuntut pembayaran bunga kredit oleh Hotel Banua sebesar Rp 25 miliar. “Tapi data mereka salah sebab Hotel Banua telah melunasi kewajibannya baru-baru ini. Yang benar adalah Rp 16,5 miliar,” jelas Subair.

Hotel Banua adalah salah satu hotel bintang tiga di Makassar yang terletak di Jalan Haji Bau. Pemiliknya adalah seorang pengusaha bernama Zainuddin.

Sumber asli: Tempointeraktif

Baca Berita Lainnya:

  • 14/07/2010 -- Korban Final Piala Dunia di Pindahkan ke Makassar
    Korban bentrokan antar kelompok di Ambon, Edwin Lessy (26) dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Fasilitas RS di Ambon yang terbatas membuat Edwin yang mengalami luka tembak di kepala ...

Komentar