AJI Makassar boikot lomba foto dan video Puspen TNI - MediaMakassar.com | Situs Berita Makassar dan Sulsel Terkini

Post Top Ad


MAKASSAR, MAKASSARKITA.COM, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar memboikot lomba foto dan video yang diselenggarakan oleh Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-71 TNI di 2016 yang bertema “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, dan Profesional.”

Aksi boikot ini sebagai bentuk solidaritas atas para wartawan yang menjadi korban tindak kekerasan anggota TNI Angkatan Udara di Pangkalan Udara Soewondo saat bertugas meliput unjukrasa warga Sarirejo di Medan, 15 Agustus 2016 lalu.

Dua jurnalis di Medan yakni Andri Syafrin Purba dari MNC TV dan Array Argus dari Tribun Medan, harus menjalani perawatan di Rumah Sakit karena diserang secara brutal oleh sejumlah anggota TNI AU. Hingga saat ini, penanganan kasusnya berjalan lamban.

Aksi boikot AJI Makassar juga sebagai tindak lanjut dari surat edaran AJI Indonesia yang meminta semua anggota AJI tidak berpartisipasi dalam lomba foto dan video Puspen TNI tersebut.

Ketua AJI Indonesia Suwarjono dalam surat edarannya, Rabu 31 Agustus 2016 mendesak agar TNI secara terbuka melakukan pengusutan dan membawa para pelaku kekerasan ke ranah pengadilan. Kasus yang terjadi di Medan sudah berulang kali dan hampir dilakukan oleh oknum TNI.

AJI Makassar berharap, kasus ini bisa diselesaikan dengan proses hukum yang adil dan meminta semua pihak yang terlibat untuk bertanggungjawab. Termasuk komandan Pangkalan Udara Soewondo. Semua harus diseret ke Pengadilan Militer.

Ketua AJI Makassar Qodriansyah Agam Sofyan dalam rilisnya mengatakan, jurnalis jangan mau dibeli dan dilecehkan dengan mengikuti lomba tersebut.

“Yang terpenting, kasus ini ditangani dulu,” katanya.

AJI bersama organisasi profesi lainnya seperti Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) sudah mengeluarkan ultimatum memboikot lomba foto dan video tersebut. (MK)

Post Bottom Ad

Pages