Gerakan Mandela Terinspirasi dari Syekh Yusuf dan Bung Karno - MediaMakassar.com | Situs Berita Makassar dan Sulsel Terkini

Post Top Ad

Gerakan Mandela Terinspirasi dari Syekh Yusuf dan Bung Karno

Gerakan Mandela Terinspirasi dari Syekh Yusuf dan Bung Karno

Share This
Nelson Mandela dan Syekh Yusuf.


JAKARTA, MK- Mungkin tak banyak yang tahu, kalau gerakan perlawanan politik apartheid (rasialisme) dan kolonialisme yang dilakukan Nelson Mandela yang wafat (6/12) ternyata terinspirasi dari Syekh Yusuf dan Bung Karno.
 
Menurut berbagai sumber, perjuangan Nelson Mandela sangat terinspirasi dari sosok Syekh Yusuf. Dari Syekh Yusuflah, Mandela mendapatkan inspirasi bahwa warna kulit tidaklah membedakan manusia di mata Tuhan.

Bahkan Nelson Mandela memperingati hari pendaratan pertama Syekh Yusuf di Cape Town dan begitu dihormatinya, pejuang asal Makassar ini mendapatkan anugerah Pahlawan Nasional Afrika Selatan pada tahun 2005. Syekh Yusuf meninggal di Cape Town Afrika Selatan 23 mei 1699 ketika menjalani masa pembuangan VOC Belanda.

Syekh Yusuf juga dikenal tokoh asal Nusantara yang mengenalkan Islam ke Afrika Selatan. Jejak Syekh Yusuf hingga kini masih bisa ditemui di Afrika Selatan seperti makam Syekh Yusuf yang terletak sebelah timur dari pusat kota Cape Town yang dinamakan Desa Macassar.  Makam Syekh Yusuf ini menjadi salah satu lokasi ziarah paling penting di Afrika Selatan. 
Syekh Yusuf dan pengikutnya inilah yang menurunkan generasi melayu Cape Town atau Cape Malay. Komunitasnya masih bisa ditemui di Bokaap, tak jauh dari Long Street, Jalan Jaksa-nya Cape Town. Di Bokaap ini berdiri salah satu masjid tertua di Afrika Selatan.  Para keturunan Syekh Yusuf, konon sudah mencapai keturunan kesembilan, banyak dijumpai di Cape Town.

Sementara Bung Karno, mantan Presiden Pertama Republik Indonesia tak hanya dikenal sebagai bapak proklamator kemerdekaan Indonesia, tapi juga menjadi inspirator kemerdekaan sejumlah negara Afrika.

Tahun 1955 Bung Karno menjadi inisiator Konfrensi Asia-Afrika di Bandung, yang menghasilkan Dasasila Bandung. Adalah semata-mata “jiwa empati” terhadap bangsa-bangsa yang belum merdeka agar mempunyai hak mengatur negaranya sendiri termasuk sejumlah negara di Afrika. (Marwan Azis dari berbagai sumber).

Post Bottom Ad

Pages