Kabah, Kiblat Umat Islam - MediaMakassar.com | Situs Berita Makassar dan Sulsel Terkini

Post Top Ad

Kabah, Kiblat Umat Islam

Kabah, Kiblat Umat Islam

Share This


Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia . (QS. Ali Imran : 96).

Dari Al Quran tepatnya surat Ali Imran, diperoleh informasi, ternyata Kabah pertama kali dibangun di zaman Nabi Adam dan merupakan rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia. Dan sempat digunakan Nabi Adam untuk  thawaf seperti para malaikat berthawaf. 

Zaman makin maju dan manusia banyak yang membangkang dari risalah Nabi Adam, dan nabi berikutnya, hanya sedikit taat kepada Allah, bumi pun ditenggelamkan di zaman Nabi Nuh dengan bencana banjir badang.  Saat itu kabah diselamatkan oleh Allah dengan cara diangkat ke langit.  Versi lainnya bencana banjir bandang tersebut menyebabkan seluruh bangunan Kabah runtuh, sehingga dalam beberapa waktu lamanya, akvitas haji sempat terhenti, hingga Nabi Ibrahim datang dan kemudian mendapatkan wahyu untuk mendirikan Ka’bah di kota kecil Makkah. Ka’bah sendiri berarti tempat dengan penghormatan dan prestise tertinggi serta menjadi kiblat simbol persatuan umat Islam.

Ka’bah yang didirikan Ibrahim terletak persis di tempat Ka’bah lama yang didirikan Nabi Adam hancur tertimpa banjir bandang pada zaman Nabi Nuh. Adam adalah Nabi yang pertama kali mendirikan Ka’bah.  Salah celah di salah satu yg menarik dari satu sisi bangunan Ka'bah diisi oleh batu hitam besar yang dikenal dengan nama Hajar Aswad yg diyakini berasal dari Surga, batu ini istimewa ini diberikan oleh Malaikat Jibril. 

Begitu selesai dibangun,  Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyeru umat manusia berziarah ke Ka’bah yang didaulat sebagai Rumah Tuhan. Dari sinilah, awal mula haji, ibadah akbar umat Islam di seluruh dunia.  Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran:  

"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, (QS. Al-Hajj : 27). (Marwan Azis)


Post Bottom Ad

Pages