Makassar Bisa Tonji, Sebuah Kritik Budaya - MediaMakassar.com | Situs Berita Makassar dan Sulsel Terkini

Post Top Ad

Makassar Bisa Tonji, Sebuah Kritik Budaya

Makassar Bisa Tonji, Sebuah Kritik Budaya

Share This

Bagi penggemar Kaos Plus, tentu tak asing lagi dengan lagu "Tul Jaenak" yang liriknya menggunakan bahasa Jawa.  Kini kelompok Band Art2Tonic kembali mempopulerkan lagu tersebut dengan sedikit gubahan yang hampir seluruh liriknya menggunakan bahasa Makassar dengan judul "Makassar Bisa Tonji"

Lirik“Makassar Bisa Tonji” ini berisi kritik social atas kecenderungan reduksi budaya dan bahasa gaul Jakarta membuat orang Makassar ikut-ikutan khususnya  kalangan ABG yang mengklaim diri gaul atau mungkin dalam bahasa trendnya sekarang disebut kaum alay  yang merasa sok keren dengan dengan bahasa gaul, yang belum tentu dimengerti orang kebanyakan. Tak hanya dari segi bahasa, kaum alay juga diindentifkan dengan dadanan asal tapi norak.

Lagu ini juga mengingatkan bahwa Indonesia tak hanya Jakarta,  tapi local wisdom (kearifan lokal) dalam bentuk bahasa, budaya yang tersebar di berbagai daerah adalah kekayaan Nusantara yang harus terus dilestarikan.





Berdasarkan sebuah sumber yang dihimpun Makassarkini.com, band ini pernah tampil berkolaborasi dengan Koes Plus. Lagu andalannya "Makassar Bisa Tonji" dan "Baco Becce".  Mereka juga membuat lagu khusus untuk supporter PSM berjudul “Ewako Makassar”. Kini lagu itu menjadi lagu wajib Supporter PSM.

Hingga saat ini Art2Tonic  telah  membuat dua album. Bahkan  lagu-lagu yang dinyanyikan band ini  kini sudah go internasional seperti Malaysia, Singapura, dan Hongkong.

Mereka tak hanya giat berkesenian, tapi juga aktif dikegiatan social di kota Anging Mammiri. Sang vokalis Art2Tonic, Rere misalnya kini dinobatkan jadi Duta Baca Gerakan Makassar Gemar Membaca (GMGM).

Marwan Azis | Youtube | MakassarKini.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Pages